KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menyatakan komitmen penuh untuk mendukungi perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang baru pertama kali diselenggarakan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Kepastian tersebut mengemuka saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan kerja panitia pelaksana di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (5/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu utama Rumah Jabatan Wali Kota itu diselimuti suasana hangat, formal, dan penuh keakraban. 

Berada di ruangan bernuansa krem dengan pajangan jam dinding klasik, dr. Christian Widodo yang mengenakan seragam dinas cokelat aparatur sipil negara duduk berdampingan dengan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H.. 

Di hadapan pimpinan Sinode GMIT dan panitia yang mengenakan pakaian dinas serta kemeja putih, Wali Kota secara aktif mendiskusikan berbagai persiapan teknis perhelatan akbar bertema “Simponi Persaudaraan GMIT” tersebut.

Sebagai wujud perhatian nyata terhadap penguatan nilai keagamaan, seni, serta pembinaan talenta generasi muda, Pemkot Kupang memfasilitasi panitia dengan dana hibah sebesar Rp100 juta.

“Ini pertama kali dilaksanakan. Luar biasa. Kita ikut menyumbang Rp100 juta. Ini menjadi bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Kupang,” ujar dr. Christian.

Tak hanya memberikan bantuan dana, Wali Kota menegaskan komitmen agar dana tersebut dapat segera dicairkan tanpa kendala birokrasi yang berbelit demi melancarkan operasional panitia di lapangan.

“Saya berharap bantuan ini bisa segera diproses. Jangan sampai kegiatan sudah selesai baru bantuan diberikan. Teman-teman panitia membutuhkan dukungan untuk membayar kebutuhan kegiatan,” tegasnya.

Lebih jauh, dr. Christian berharap ajang yang dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT pada 7–9 Oktober 2026 ini mampu melestarikan kecintaan pemuda terhadap musik rohani dan kebudayaan daerah.

“Rindu kita supaya para pemuda dengan talenta-talenta itu dihimpun. Musik-musik daerah dan kecintaan bernyanyi tradisional dapat dikembangkan, tetapi tetap dalam nuansa rohani,” ungkap Wali Kota yang dijadwalkan hadir dalam pembukaan perhelatan tersebut.

Turut mendampingi Wali Kota dalam audiensi tersebut antara lain Kepala BKAD Kota Kupang Jackson Jimmy A. Tuniliu, S.E., M.M., Kabag Kesra Setda Kota Kupang Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., serta jajaran pendeta Sinode GMIT seperti Pdt. Norman Nenohoni, Pdt. Leni Mansopu, Pdt. Heppy Radja Dima, dan Pdt. Jezpi Pinat. (agn)