“Penghargaan ini bukan karena saya atau Wakil Wali Kota semata, tetapi hasil kerja keras kita semua. Makna otonomi adalah menghadirkan kebijakan nyata bagi rakyat,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti dampak positif karnaval terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan industri kreatif.

“Bukan hanya UMKM yang hidup, tapi industri kreatif juga bertumbuh. Harapannya, karnaval ini bisa menjadi ajang besar yang menarik perhatian masyarakat dari seluruh NTT,” katanya.

Menutup sambutannya, dr. Chris mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun kota, sekecil apa pun peran yang diberikan.

“Jika Kupang bercahaya, itu karena lilin-lilin kecil di rumah dan komunitas warga. Kita tidak hanya hidup di Kota Kupang, tapi hidup untuk Kota Kupang,” pungkasnya.

Perayaan ditutup dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit di atas Patung TiRoSa. Momen ini menjadi penanda semangat baru bagi Kota Kupang untuk terus berkembang sebagai daerah otonom yang mandiri dan kompetitif. (agn/ab)