Dalam hal administrasi, ia menegaskan pentingnya tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel, terutama terkait pengelolaan keuangan. Sedangkan dari sisi ekonomi, PON XXII diharapkan mampu menggerakkan sektor jasa, perdagangan, dan UMKM lokal dengan kehadiran ribuan tamu dari 38 provinsi.
Melki juga menilai PON XXII sebagai momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata NTT, mulai dari Labuan Bajo, Danau Kelimutu, Pasola di Sumba, hingga berbagai destinasi unggulan lainnya di NTT.
Sebagai Ketua Umum KONI NTT sekaligus Gubernur NTT, Melki menyatakan akan mengundang para bupati dan wali kota untuk rapat koordinasi membahas langkah strategis sebagai tuan rumah PON XXII/2028.
Ia juga berencana melibatkan lembaga negeri dan swasta yang memiliki fasilitas olahraga serta segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) PON XXII/2028 sambil menunggu terbentuknya Panitia Besar PON bersama KONI Pusat dan Kemenpora RI.
Di akhir sambutannya, Melki mengajak seluruh elemen, mulai dari Pemerintah Pusat, KONI Pusat, DPR RI dan DPD RI asal NTT, DPRD NTT, Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat NTT untuk memberikan dukungan penuh.



Tinggalkan Balasan