Ia mencontohkan komoditas kopi Manggarai yang memiliki nilai tambah tinggi jika dikelola dengan baik.
“Kalau kopi dijual mentah harganya sekitar Rp100 ribu, tapi kalau dikemas dengan baik bisa mencapai Rp800 ribu di Jakarta, bahkan menembus pasar luar negeri. Ini peluang ekonomi yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa ekosistem UMKM di NTT saat ini sudah semakin siap, mulai dari akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah hingga Rp500 juta, pendampingan teknis, literasi keuangan, dan dukungan akses pasar melalui platform distribusi yang disiapkan pemerintah.
Ia mengajak komunitas Manggarai Raya untuk aktif masuk dalam rantai produksi dan distribusi agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kalau kita tidak masuk, maka orang lain yang akan menguasai pasar. Kita punya potensi, kita punya produk, tinggal kita kelola dengan serius,” katanya.
Menutup sambutannya, Melki menyatakan kesiapannya menjalankan peran sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang dan berharap organisasi tersebut terus menjadi perekat sosial serta kekuatan pembangunan.



Tinggalkan Balasan