Ia mengakui Manggarai sejak lama dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik, namun tantangan global dan perkembangan teknologi menuntut adaptasi yang lebih cepat.

Dalam konteks pembangunan, Melki menilai demokrasi politik di Indonesia berkembang lebih cepat dibanding demokrasi ekonomi. Akibatnya, terjadi pemusatan kekayaan dan akses ekonomi pada kelompok tertentu.

“Demokrasi politik kita jalan cepat, tapi demokrasi ekonomi tidak mengimbangi. Produksi dan distribusi ekonomi belum merata. Ini yang terus kami dorong agar ekonomi rakyat tumbuh,” tegasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program, antara lain One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Melki menilai Ikatan Keluarga Manggarai Raya memiliki kapasitas sumber daya manusia yang kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan produk unggulan daerah.

“IKMR ini luar biasa kapasitas SDM-nya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” ujarnya.