Dalam sambutannya, Samuel menegaskan bahwa bencana merupakan realitas yang tidak dapat dihindari, sehingga kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat perlu terus diperkuat secara sistematis.
“Bencana tidak bisa kita elakkan. Oleh karena itu, persoalan kebencanaan tidak boleh dianggap biasa. Diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi risiko dengan pendekatan yang tepat,” tegas Samuel.
Ia mengungkapkan bahwa wilayah Tablolong dan Lifuleo memiliki potensi gempa bumi yang dapat berimplikasi pada risiko tsunami, serta ancaman banjir rob akibat pertemuan pasang laut dan curah hujan tinggi, sehingga memerlukan perhatian dan analisis lebih lanjut.
Selain kegiatan sosialisasi dan simulasi, PLN UPP Nusra 3 juga menyalurkan bantuan paket sembako serta perlengkapan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan nyata PLN bagi warga di sekitar wilayah proyek.
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut disampaikan oleh warga Desa Lifuleo, Samnat Petrus Mada, yang menilai kehadiran PLN bersama BPBD dan Dompet Dhuafa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



Tinggalkan Balasan