Pemikiran yang memisahkan OSOP dengan literasi adalah pemikiran yang sembrono. Ketika menanam tomat, seorang murid harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengidentifikasi (mengingat) jenis tomat yang ingin ditanam, bagaimana menyiapkan tanah dan menanam bibit (mengaplikasikan), seperti apa tahapan mengobservasi pertumbuhan tanaman dan mengevaluasi hasil (mengobservasi dan mengevaluasi), hingga memasarkan hasil panen (mengkomunikasikan). Semua tahapan itu adalah proses orang yang sedang belajar atau memiliki pengetahuan (literasi) karena melibatkan kemampuan untuk memahami, mengaplikasikan, dan mengkomunikasikan pengetahuan tentang menanam tomat. 

Mengembangkan Diri dan Berkontribusi Bagi Daerah

Program OSOP selaras dengan Dasacita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTT dengan mengintegrasikan pendidikan dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan murid dalam mengembangkan produk lokal dan meningkatkan ekonomi daerah.