Point-point itu perlu ditegaskannya kepada warga UNTAS karena mereka adalah warga negara yang disiplin terhadap aturan.

Sementara kepada teman-teman seperjuangannya sewaktu di Timor Timur dulu, sepeti Sera Malik, Akitu dan sejumlah pejuangn lainnya yang hadir di Harper saat itu, dia menitip haralan agar melalui UNTAS, semua harus berjuang bersama.

“Kita harus menunjukkan bahwa kita punya negara yang kaya, sumberdayanya dikelola dengan teratur, terukur, dan kembalinya untuk kesejahtetaan rakyat. Saya hanya mau pesan kepada UNTAS, tolong bentuk generasi muda UNTAS yang baik. Kita butuh generasi muda yang setia pada bangsa. Karena kultur Timor Timur itu militan,”ujarnya lagi.

Kepada Fernando Soarees dia minta untuk membuktikan bahwa UNTAS mampu memberi kontribusi terhadap sejarah kebangsaan. Dan ini adalah tantangan kepada pemimpin muda UNTAS.

“Untas tolong jaga perdamaian. perdamaian itu sangat indah bagi bangsa Indonesia. Walau di belakang Pak Fernando itu para senior, tapi ini is keluarga besar kita. harus kuat. Tetap rela berkorban. Itu pesan saya semoga kehadiran UNTAS memperkuat benteng Pancasila dan UUD 45,” tegasnya menambahkan, dia hanya ingin menitipkan bahwa hubungan emosional dia dengan teman seperjuangan itu tetap terjaga. Dan hubungan emosional itu hanya untuk NKRI. “Semoga dengan terbentuknya UNTAS kita semua bisa jadi bangsa yang kuat, bangsa yang punya kemampuan dan bangsa yang punya semangat Indonesia maju.” (boy/ab)