Ia menegaskan bahwa program CSR ini ditujukan untuk mendukung pengembangan pondok pesantren di seluruh wilayah NTT, tidak hanya di Mbay.

“Gunakan dana ini dengan sebaik-baiknya agar benar-benar bermanfaat bagi pengembangan pondok pesantren,” pesannya.

Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay didirikan pada tahun 2020, sementara Madrasah Tsanawiyah (MTs) mulai beroperasi pada tahun 2023.

Saat ini, pondok pesantren tersebut memiliki 78 siswa yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Nagekeo, Ende, Ngada, serta satu siswa dari SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Saat ini, pihak pondok sedang membangun gedung sekolah dua lantai serta asrama putra dan putri. Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Mbay didukung oleh 16 orang guru dan pembina.

Dalam bidang prestasi, pondok pesantren ini pernah mewakili Provinsi NTT pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) tingkat nasional pada tahun 2022 dan 2025, serta mewakili NTT dalam kejuaraan pencak silat. (*)