Dukungan Benih, Alsintan, hingga Brigade Pangan

Keberhasilan tersebut didorong oleh dukungan sarana produksi dan modernisasi pertanian. Sepanjang 2024–2025, NTT menerima 3.072 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari traktor roda dua dan roda empat, pompa air, rice transplanter, hingga combine harvester.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan benih 100 persen untuk lahan seluas 17.567 hektare, mencakup benih padi gogo, biofortifikasi, dan intensifikasi.

Transformasi pertanian juga diperkuat dengan pembentukan 81 Brigade Pangan dari target 88 unit di 17 kabupaten/kota. Brigade ini menjadi motor penggerak mekanisasi sekaligus wadah regenerasi petani muda berbasis korporasi.

Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat
Program Optimalisasi Lahan Kering (Oplah) seluas 28.723 hektare serta Cetak Sawah Rakyat (CSR) turut menjadi fondasi peningkatan indeks pertanaman. Di Kabupaten Kupang, misalnya, pembangunan sawah baru pada 2025 telah mencapai 423 hektare dari target 500 hektare.

Peningkatan curah hujan, perbaikan jaringan irigasi tersier, bantuan pompa air, serta peran aktif penyuluh—yang kini mendapat dukungan biaya operasional dari APBD—membuat petani di sejumlah daerah mampu menanam hingga dua bahkan tiga kali setahun.