Di Charity Race ini, Matejj Drinovec, pembalap asal Australia mengaku senang bisa ikut berbagi dengan masyarakat yang terdampak bencana. Demikian halnya Deska Raya Adya, pembalap asal Indonesia. Dirinya mengaku bangga bisa membantu sesama warga yang terdampak bencana dan berharap semoga secepatnya pulih.
Dari sisi pendanaan, Pemerintah Provinsi NTT melalui APBD Perubahan menyiapkan anggaran Rp5 miliar. Angka ini diperkuat dengan dukungan CSR Bank NTT sebesar Rp5 miliar, serta sponsor dari pihak swasta dan Bank HIMBARA sekitar Rp3 miliar. Total dana pelaksanaan mencapai Rp13 miliar, belum termasuk anggaran rutin rehabilitasi jalan nasional dan provinsi yang memang sudah menjadi kewenangan pemerintah. Dengan multiplier ekonomi sebesar 1,8 kali, maka perputaran uang yang ditimbulkan bisa menembus Rp23,4 miliar. Dana ini langsung mengalir ke konsumsi lokal, transportasi, jasa penginapan, hingga perdagangan skala kecil.
Tak kalah penting, event ini menjadi ajang promosi besar-besaran bagi pariwisata NTT. Pesona alam tiga pulau besar yang dilewati etape menjadi sorotan kamera internasional. Kopi lokal, kain tenun, hingga kuliner khas NTT ikut terangkat pamornya. Dengan pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II yang sudah mencapai 5,44% year-on-year, Tour de EnTeTe diyakini akan mendorong akselerasi pertumbuhan yang signifikan di triwulan III 2025.



Tinggalkan Balasan