Ia menambahkan, Pemerintah NTT akan menutup lokasi-lokasi kerja yang terbukti membahayakan, dan memastikan penanganan TPPO dilakukan dengan lebih serius agar tidak ada lagi korban yang pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Di akhir pertemuan, Gubernur Melkiades mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap kritis dan terus mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif.

“Silakan kritik pemerintah, DPRD, siapa saja. Tapi mari kita jaga agar penyampaian aspirasi tetap damai dan efektif. Kami siap terima kapan saja jika ingin berdialog atau melakukan aksi kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni menyatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Ia menegaskan bahwa kedamaian tidak berarti membungkam kebenaran, justru sebaliknya, kebenaran akan membawa pada kedamaian.

“Hal-hal yang menjadi kewenangan provinsi tentu akan kita tindak lanjuti bersama Gubernur. Isu TPPO, panas bumi di Flores, dan tuntutan lain yang perlu disampaikan ke pusat juga akan kami teruskan. Semua boleh kawal,” ujar Emilia di hadapan massa aksi.