Lebih lanjut, ia menyatakan, kemerdekaan juga harus dimaknai sebagai ruang untuk berkarya tanpa batas, di mana pemuda dan perempuan didorong menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton.

Kemerdekaan, lanjutnya, harus benar-benar terasa hingga ke meja makan setiap keluarga, sehingga seluruh pihak dituntut untuk bersama-sama melawan stunting, kemiskinan, dan keterbelakangan melalui aksi nyata.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD NTT, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi perempuan dan pemuda, LSM, media massa, dan khususnya Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2025 yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

“Semoga kerja bersama ini menjadi kekuatan kita membangun NTT yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya dalam bingkai NKRI,” pungkas Gubernur Melki. (*/ab)