Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan ini, antara lain: Kepala DP3AP2KB NTT, Ruth Laiskodat, Daud A. Nathun dari Dinas Sosial Provinsi NTT, Heyn Peter Ahab dari BPBD Provinsi NTT, dan Tity Moektijasih Perwakilan UN OCHA, serta Ardhy Abetriawan, Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, juga Nelwan Harahap selaku Direktur FPKP BNPB.

Dalam sesi diskusi, Ruth Laiskodat menegaskan pentingnya kecepatan dalam perlindungan anak saat bencana. “Kalau bencana itu urusannya jam atau hari, perlindungan anak itu detik dan menit. Kita lengah satu menit saja, bisa ada korban,” ujarnya.

Sementara itu, Daud Nathun menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan, dan Heyn Peter Ahab menambahkan bahwa aksi antisipatif sangat penting dalam meminimalkan dampak terhadap kelompok rentan serta aset penghidupan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman lintas sektor di NTT terhadap pentingnya AMPD serta mendorong penyusunan kebijakan dan rencana kontingensi yang responsif terhadap ancaman lokal. Dalam waktu dekat, akan diselenggarakan pertemuan nasional yang bertujuan memperkuat kerangka kerja AMPD secara nasional maupun di daerah.