“Langkah ini juga bisa dibaca sebagai ajang konsolidasi politik. Gubernur perlu memastikan bahwa dirinya dan para bupati berada dalam satu nafas, satu tujuan, dan satu komando untuk memajukan NTT. Tanpa dukungan para bupati, kepemimpinan Gubernur tidak akan berjalan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya tim birokrasi yang solid dan profesional di bawah kepemimpinan Gubernur Melki.

Jika birokrasi, terutama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak memahami visi besar Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Jhoni, maka terobosan ini berisiko tidak berjalan maksimal.

“Tantangan ke depan adalah memastikan tim birokrasi Gubernur mampu bergerak cepat menangkap peluang anggaran dari kementerian dan lembaga. Pada tingkat teknis dan pelaksanaan program, tanggung jawab utama berada di tangan pimpinan OPD, bukan lagi di level Gubernur sebagai pemimpin tertinggi,” tandasnya. (*/ab)