Melki Laka Lena berharap, semoga dengan acara malam ini, bukan hanya sekedar urusan politik yang sedang ramai, tetapi lebih dari itu, semua yang terjadi ini merupakan kehendak Tuhan dan retsu leluhur. “Semoga ini bermanfaat bagi Sumba Timur, Ende dan NTT yang kita bisa buat Bersama,” katanya.

Dia mengakui bahwa di tengah momentum politik saat ini,  pasti beragam tanggapan di publik akan bermunculan. Tetapi baginya, itu bukan terlalau penting.

“Yang paling penting adalah dari peristiwa ini, kami bisa kembali beretmu dengan keluaraga dan sepeti halnya, pesan keluarga yang muncul yaitu harta yang paling berharga adalah keluarga. Jabatan apapaun kita, yang pikul peti mati kita adalah keluarga. Yang paku peti mati kita juga dalah keluarga. Yang temani keluarga kita saat duka juga pastinya keluarga.

Teman dan kawan itu datang dan pergi,. Jabatan itu membuat orang akan dekat dengan dengan yang bersangkutan, tetapi yang menemi saat suka duka dan terpuruk itu yang pasti adalah kelurga. Dan saya menemukan hari ini keluarag saya dan itu jauh lebih penting dari pada urusaan politik atau apapaun,” jelas Melki Laka Lena. (*/tim)