“Asal kritik itu tidak terkait dengan persoalan privasi, maka apapun kritikan yang disampaikan tetap diterima secara baik,” jelasnya.

Menariknya, Atang menyebut fenomena ini lebih terasa di kalangan menengah ke atas dan belum berpengaruh kuat pada kelas menengah kebawah (akar rumput).

“Karena masyarakat pemilih akar rumput sejatinya sudah mempunyai pilihan dan akan sulit berubah. Sedangkan kelas menengah cenderung berubah pilihan politik sewaktu-waktu karena persepsi politiknya dibentuk oleh pandangan yang rasional,” terangnya.

Atang menambahkan, situasi ini memberi gambaran pola poltik ala Machiavelli, dimana politik kerap kali dianggap sebagai jalan yang tidak aman.

“Kenyataan ini memberi gambaran bahwa praktik politik ala Machiavelli. Karena politik merupakan jalan yang tidak aman. Hanya ada dua pilihan. Anda membunuh atau dibunuh,” tandasnya. (*/tim)