Sesi diskusi ini memperlihatkan bagaimana keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap proyek bukan hanya menjadi simbol transparansi, melainkan komitmen nyata PLN untuk mewujudkan proyek pembangunan yang partisipatif dan inklusif. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang kami lakukan, tetapi juga merasa bahwa mereka memiliki suara dalam proyek ini,” ujar Nahwan, perwakilan PLN.

Komitmen Keterbukaan dan Transparansi

Sejak awal pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6, PLN telah melakukan 25 kali sosialisasi Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) di 18 gendang berbeda di Manggarai, mulai dari Maret 2023 hingga Februari 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan persetujuan secara bebas, tanpa tekanan, dan dengan informasi yang lengkap mengenai dampak positif dan negatif dari proyek tersebut.

Pendekatan ini mencerminkan komitmen PLN untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat, memastikan bahwa setiap tahap pembangunan dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku, baik secara hukum maupun adat. “Kami tidak hanya ingin membangun infrastruktur energi, tetapi juga membangun kepercayaan dengan masyarakat,” tutup Nahwan.