Daerah  

Cuaca Ekstrim di NTT, BMKG Sebut Daerah Ini Berpotensi Alami Banjir dan Tanah Longsor

Ilustrasi cuaca ekstrim (Foto: Istimewa)

Kupang, KN – Beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan gempa bumi pada Kamis (25/1/2024) sekitar pukul 19.30 WITA. Cuaca ekstrem ini terjadi di sebagian besar wilayah NTT.

Sti Nenot’ek, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari BMKG, mengungkapkan bahwa, cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung dari tanggal 23 hingga 28 Januari 2024, dengan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Bencana tersebut meliputi hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Daerah seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, TTU, Malaka, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya memiliki potensi tinggi mengalami bencana hidrometeorologi.

“Saat ini sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur telah memasuki musim hujan dengan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari,” ujar Sti dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Kamis (25/1/2024.

Sti menjelaskan bahwa adanya bibit siklon tropis 99S di daratan Australia bagian Utara berkontribusi terhadap kondisi cuaca ekstrem ini.

BACA JUGA:  Dirut Alex Klarifikasi Pemberitaan Miring Soal Bank NTT, Simak di Sini Biar Tidak Terbawa Hoax

Dia menyebut, suhu permukaan laut yang hangat dan kelembapan atmosfer yang cukup basah di wilayah Nusa Tenggara Timur menunjukkan pasokan uap air yang signifikan.

Hal ini mendukung terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan yang cukup intens dan menyebabkan wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam sepekan ke depan.

“Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan,” terangnya.

Sti berharap masyarakat dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, pohon tumbang, jalanan licin, rusaknya atap bangunan, fasilitas umum lainnya, dan sambaran petir.

“Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung atau tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan durasi panjang,” ucapnya.

Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca melalui sosial media @infobmkgeltari dan layanan informasi cuaca 24 jam di saluran telepon (0380) 881613; WhatsApp: 0811-3940-4264. (*)