Pdt. Yandi juga berbicara tentang perluasan ajaran dan pemahaman gereja, yang berhubungan dengan kreativitas dalam pelayanan gereja.

Dia menggarisbawahi pentingnya membuka diri terhadap perkembangan dan tantangan yang ada dalam masyarakat dan teknologi.

Selain itu, Pdt. Yandi mengajak para pendeta dan pekerja pelayanan untuk merenungkan eklesiologi dan teologi dalam konteks Indonesia.

Ia menambahkan, setiap pendeta harus memahami ajaran gereja dengan baik dan mampu mengkomunikasikannya secara jelas kepada umat atau jemaatnya. (*)