Hukrim  

Jaksa Sita Uang Rp435,7 Juta dari Tangan Tersangka Korupsi Persemaian Modern Labuan Bajo

Aspidsus Kejati NTT Ridwan Sujana Angsar memegang barang bukti uang senilai Rp435,7 Juta yang berhasil disita dari tangan tersangka. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Kejaksaan Tinggi NTT menyita uang sebesar Rp435,7 Juta dari tangan tersangka korupsi pembangunan persemaian modern Labuan Bajo.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi NTT Ridwan Sujana Angsar, S.H.,M.H mengatakan, uang senilai Rp435,7 Juta disita dari beberapa tersangka.

“Uang ini disita dari beberapa tersangka diantaranya, Direktur PT Mitra Trisakti Rp17,8 Juta, Direktur PT Buana Rekayasa Rp17,8 Juta, Direktur PT Mitra Gunung Arta Rp200 Juta, dan Direktur Utama PT Mitra Eclat Gunung Arta Rp200 Juta,” ujar Aspidsus Kejati NTT Ridwan Angsar kepada wartawan, Senin 18 September 2023 usai menahan para tersangka.

Ia menjelaskan, kerugian negara yang diperoleh dari hasil perhitungan ahli dari Politeknik Negeri Kupang sebesar Rp10 Miliar lebih dari nilai proyek Rp42 Miliar tahun 2021.

Ridwan menjelaskan, 5 tersangka yang ditahan terdiri dari PPK, Kontraktor, Konsultan Pengawas, dan 2 lainnya pemilik perusahaan.

“Pekerjaan dilakukan tahun 2021. Kemudian kami lakukan penyelidikan bulan Maret 2023 ini, kami temukan ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai spek, dan ada pekerjaan yang tidak dilaksanakan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pembalap Muda NTT Umbu Gillberth Kabunang Juara 1 Umum Kelas Rooike EDP 2022

Terkait peluang tersangka baru, Ridwan menegaskan pihaknya terus mendalami perkara ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus korupsi tersebut.

“Nanti kami dalami, dan masih ada kemungkinan tersangka baru,” ucapnya.

Aspidsus Kejati NTT menyatakan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka adalah Pasal 2 dan Pasal 3 UU Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Ke depan, Kejati NTT terus mendorong para tersangka untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Masih terbuka kemungkinan, para tersangka akan mengembalikan kerugian keuangan negara,” pungkas Ridwan.

Untuk diketahui, dalam perkara ini Kejati NTT menahan 5 tersangka. Mereka adalah Agus Subarnas selaku ASN pada BPDAS Benenain Noelmina, Sunarto selaku Direktur PT MEGA, Yudi Hermawan yang juga adalah Direktur PT MEGA, Hamdani selaku Direktur Utama PT MEGA, dan Putu Suta Suyasa selaku Konsultan Pengawas. (*)