Dugaan Korupsi dan Manipulasi Data, Kades di Manggarai Dipolisikan Warga

Laporan tersebut diduga manipulasi laporan penggunaan dan menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022.

Warga laporkan Kades Cireng di Polres Manggarai (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Kades Cireng, Kecamatan Satarmese Utara Kabupaten Manggarai, NTT, Leonardus Larum, resmi dipolisikan oleh warganya sendiri, Rabu 24 Mei 2023.

Laporan yang dilayangkan ke Polres Manggarai itu, diduga manipulasi laporan penggunaan dan menyalahgunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022.

Warga Desa Cireng Benediktus Pantur mengatakan pihaknya telah menyerahkan data dokumen catatan tentang rincian kasus dugaan korupsi oleh Leonardus Larum ke Polres Manggarai.

“Kami berharap laporan ini cepat ditindaklanjuti oleh aparat yang berwenang, karena kami menduga ada penyimpangan Dana Desa yang dilakukan oleh kades tahun anggaran 2022 yang lalu,” jelasnya.

Dugaan itu kata Pantur seperti, dana ketahanan pangan dengan pagu dana Rp213.810.600, dana penanggulangan bencana darurat, dana pencegahan covid-19, dana pendidikan dan dana kesehatan. Total dugaan Itu kata dia sekitar ratusan juta.

“Tentunya untuk menyatakan korupsi dan tidak korupsi itu bukan tugas kami. Kami hanya sebatas menyampaikan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2022,” ungkap Pantur.

Menurut Pantur, dugaan itu kuat karena Kades Cireng memberikan bantuan tidak berupa ternak babi tapi berupa uang tunai dengan jumlah yang bervariatif mulai dari Rp1.000.000, Rp1.100.000, Rp1.200.000 kepada masyarakat, dana pencegahan covid hanya memberi tong air tanpa ada sabun dan masker, posyandu tidak dijalankan.

BACA JUGA:  PLN UIP Nusra Jaring Aspirasi Warga Terkait Pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok

Pantur berharap pihak kepolisian bisa menelusuri kasus ini dengan baik sesuai dengan data laporan yang sudah diberikan.

Sementara itu, tokoh adat Desa Cireng Antonius Jamu menjelaskan, bahwa apa yang dibuat oleh kades itu sangat tidak sesuai dengan apa yang mereka terima dari kades sebelumnya.

“Saya juga merupakan salah satu penerima bantuan itu dan kami melihat ada perbedaan antara kades sekarang dengan kades yang sebelumnya. Dimana sebelumnya kami terima bantuan ternak babi, jelas kami terima secara fisiknya. Namun untuk kades yang sekarang yang kami terima itu berupa uang tunai,” kata Jamu.

Jamu berujar, setelah mereka menerima uang dari dusun lalu mereka disuruh oleh dusun Lala untuk foto di salah satu kandang milik mantan RT dengan tujuan manipulasi laporan.

“Sebagai orangtua saya berharap lebih baik dia mengundurkan diri saja, supaya jangan kena juga ke hal-hal yang lain dari tuntutan kami. Kalau boleh kita urus damai tapi dia harus tanggalkan jabatannya dari kades,” pungkasnya. (*)