Atlet Kempo Asal Manggarai Raih 3 Medali di Portugal

Ia tiba di tanah kelahirannya Manggarai, pada Senin, 08 Mei 2023 di sambut secara resmi oleh Pemerintah Daerah Manggarai (Pemda) dan Pengurus FKI Cabang NTT di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Maria Deveaneta Nanggor disambut secara resmi oleh Pemerintah Daerah Manggarai (Pemda) dan Pengurus FKI Cabang NTT di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Atlet kempo binaan Federasi Kempo Indonesia (FKI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) Maria Deveaneta Nanggor (17) berhasil meraih 3 medali di ajang The 19th Internatinal Kempo Federation (IKF) World Kempo Championship di Portugal yang berlangsung pada 24 – 30 April 2023 lalu.

Maria Deveaneta merupakan perwakilan Cabor Kempo untuk Indonesia dari provinsi NTT. Ia tiba di tanah kelahirannya Manggarai, pada Senin, 08 Mei 2023 di sambut secara resmi oleh Pemerintah Daerah Manggarai (Pemda) dan Pengurus FKI Cabang NTT di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Maria Deveaneta Nanggor berasal dari kampung Leda, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong dan putri dari Halson Nanggol dan Margareta Din.

Saat ini ia tengah duduk di bangku sekolah kelas XI SMAN 1 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Dalam keterangannya, Ketua FKI NTT Kanisius Nasak mengatakan bahwa jika mau mendapatkan prestasi tidak terlepas dari kata disiplin

“kalau berbicara tentang resep, tentu yang pertama itu disiplin artinya di kempo ini persiapan dan latihan itu tidak harus tunggu moment ke kejuaraan itu baru berlatih tetapi kita sudah terjadwal tetap. Tentu disana ada disiplin dan berlatih tanpa pamrih, penuh dengan semangat lalu kemudian pasti ada pengorbanan di sana,” ungkapnya kepada koranntt.com.

Jadi kata dia, segala sesuatu prestasi tidak datang begitu saja tetapi melalui proses panjang yakni dengan berlatih.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa dalam proses persiapan sebelumnya, Tese tingkat provinsi itu sebanyak 6 orang.

Namun dalam perjalanan ada perubahan, atlet yang dikirim ke Portugal itu yakni sang Devanita.

BACA JUGA:  Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Dorong Peningkatan Transaksi dan Penjual di Jawa, Bali, dan Nusra

Kemudian lanjut dia, di tingkat Pengurus Pusat (PP) ia dipercayakan untuk bermain di 4 nomor yakni 1 nomornya berpasangan, 2 nomornya itu beregu, kemudian 1 nomornya dia sendiri atau Singel.

“Jadi yang dia single itu yang tidak dapat medali sedangkan selebihnya itu dia dapat 2 Perak dan 1 Perunggu,” terangnya.

Sementara, Bupati Manggarai Herybertus Nabit, dalam sambutannya, mengapresiasi serta mengaku bangga kepada Aneta. Prestasinya kembali mengharumkan nama Indonesia di kanca Internasional. Pencapaian tersebut patut diapresiasi.

“Apa yang dicapai ini adalah kebanggaan. Tetapi, bukan hanya kebanggaan diri sendiri dan FKI, juga untuk masyarakat Manggarai dan NTT ini,” kata Bupati Nabit.

Ia menjelaskan, Aneta dan FKI NTT kini menjadi contoh dan teladan untuk olahraga prestasi lainnya di Kabupaten Manggarai.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Ketua FKI NTT, Kanis Nasak, karena telah membuka ruang untuk anak-anak Manggarai mengikuti kejuaraan dunia. FKI NTT memberikan kesempatan membina anak-anak Manggarai menjadi atlet serta mengikuti kejuaraan nasional maupun kejuaraan tingkat internasional.

“Ini sudah kesekian kalinya anak-anak Manggarai mendapatkan medali dalam kejuaraan dunia Kempo melalui FKI NTT,” ujar Bupati Hery Nabit.

Medali yang didapatkan Aneta, dalam kejuaraan Kempo di Portugal, patut dibanggakan oleh masyarakat Manggarai. Medali tersebut bukan hanya dibanggakan oleh FKI dan FKI NTT atau secara pribadi atlet tetapi menjadi kebanggaan masyarakat Manggarai.

“Karena ini konteks mewakili Indonesia berarti menjadi kebanggaan orang Indonesia secara keseluruhan,” tandasnya. (*)