HIPMI NTT Berhasil Fasilitasi Pengusaha Muda Dapat Kredit Modal Senilai Rp1,9 Miliar

Kredit modal kerja senilai Rp1,9 Miliar, diperoleh dari salah satu perusahaan fintech ternama di Indonesia yaitu Gradana.

Pengurus BPD HIPMI NTT dan manajemen CV Mutis Indotama foto bersama usai memberikan keterangan Pers kepada wartawan di Kupang. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Timur melahirkan sebuah terobosan cerdas.

Organisasi yang menjadi wadah pengusaha muda di NTT itu, berhasil memfasilitasi pengusaha muda dari CV Mutis Indotama, untuk mendapatkan kredit modal kerja senilai Rp1,9 Miliar.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT, Muhammad Ikhsan Darwis mengatakan, kredit modal kerja senilai Rp1,9 Miliar, diperoleh dari salah satu perusahaan fintech ternama di Indonesia yaitu Gradana.

Dalam kerja sama dengan Gradana, HIPMI NTT berperan sebagai pemberi rekomendasi kepada pengusaha yang ingin mendapatkan kredit modal kerja.

“Saya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI NTT mengucapkan terima kasih kepada pihak Gradana, yang waktu kita Rakerda, Diklatda dan forum bisnis, kita sudah melaksanakan MoU, dan yang pertama ini kita bekerja sama dengan CV Mutis Indotama,” kata Ikhsan Darwis melalui sambungan telepon kepada awak media, Senin 13 Maret 2023.

Ia mengatakan, BPD HIPMI NTT memberikan rekomendasi kepada CV Mutis Indotama, karena perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh HIPMI NTT maupun Gradana.

“Kami akan mengawal terus debitur-debitur yang akan bekerja sama dengan Gradana nantinya,” tegasnya.

Ikhsan mengakui, kerja sama dengan Gradana sangat membantu, karena pihaknya bisa mengakses pinjaman modal kerja tanpa agunan, namun harus melalui rekomendasi BPD HIPMI NTT.

“Untuk pengusaha-pengusaha baru, nanti bisa join di HIPMI NTT. Kalau butuh rekomendasi, kita survei dulu usahanya teman-teman, kalau layak, kita kasi akses permodalan. Ayo bergabung di HIMPI. Kita saling berkolaborasi dan menyelesaikan persoalan usaha di dunia usaha bersama-sama,” tandasnya.

Sementara Bendahara Umum BPD HIPMI NTT Heri Restu Dupe mengatakan, salah satu syarat yang harus dipenuhi saat mengakses modal dari Gradana adalah pengusaha harus menjadi anggota HIPMI NTT dan memiliki usaha yang jelas.

Karena itu, sebelum memberikan rekomendasi, HIPMI NTT juga melakukan survei langsung ke lokasi atau tempat usaha dari calon debitur. Hal ini diterapkan kepada semua pengusaha termasuk CV Mutis Indotama.

“Kemarin Pak Ketum dan Sekum HIPMI NTT telah berkunjung ke tempat usaha CV Mutis Indotama. Kemudian salah satu pengurus CV Mutis Indotama adalah senior pengusaha di Kota Kupang. Jadi kami tidak meragukan kredibilitasnya,” ujar Restu Dupe.

BACA JUGA:  Air Mancur Bundaran Tirosa akan Menjadi Sarana Promosi Bank NTT

Ia menjelaskan, dari hasil survei, HIPMI NTT memastikan bahwa CV Mutis Indotama adalah perusahan berkualitas, dan dana yang dipinjam dari Gradana bisa dikembalikan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur CV Mutis Indotama, Faizal mengakui, pihaknya memperoleh rekomendasi dari HIPMI NTT untuk mendapatkan pembiayaan modal dari Gradana.

“Alhamdulilah pada Januari 2023 kemarin, sudah ada realisasi dari Gradana sebesar Rp1,9 Miliar dengan pembiayaannya selama 3 bulan sampai dengan bulan April 2023,” jelasnya.

Faizal juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus BPD HIPMI NTT, yang telah memberikan rekomendasi kepada CV Mutis Indotama, sehingga pihaknya bisa mencapai target suplai sapi hidup kepada perusahan daerah PT. Flobamor.

Ia menjelaskan, CV Mutis Indotama adalah perusahaan yang berdiri pada bulan Mei tahun 2019, dan bergerak di bidang peternakan sapi. Selama ini CV Mutis Indotama bekerja sama dengan PT. Flobamor sebagai penyuplai sapi hidup.

Pada tahun 2022, pihaknya membuka usaha lain di rumah potong hewan Noelbaki untuk menyuplai daging sapi, guna memenuhi permintaan dari Dermajaya, Jakarta.

Co Founder Gradana, Angela Oetama mengaku senang bisa berkolaborasi dengan HIPMI NTT yang ditandai dengan penandatangana MoU pada September 2022, dan saat ini kerja sama dengan HIPMI NTT mulai terealisasi melalui pembiayaan kepada anggota.

“Perusahan kami sendiri adalah salah satu dari 102 perusahaan fintech P2P lending yang berijin OJK, dan fokus kami memang di pembiayaan produktif,” kata Angela.

Menurutnya, perusahaannya menyediakan pembiayaan GraKarya untuk bisa membantu untuk mendanai proyek (invoice financing), sehingga proyek bisa tetap terus berjalan tanpa terkendala alur kas yang terhambat.

Untuk jenis produk ini, Gradana dapat membiayai sampai dengan 70% dari nilai pengerjaan yang tertera dalam Surat Perintah Kerja (SPK) / Purchase Order (PO) / Tagihan (Invoice) yang diterbitkan klien.

Selain itu, Gradana juga menyiapkan pinjaman untuk customer yang ingin membuka usaha ritel, dalam bentuk toko, restoran, atau klinik kecantikan yang membutuhkan biaya renovasi.

“Kerja sama kami dengan HIPMI NTT terealisasi pada bulan Januari 2023. Semoga lebih banyak pengusaha di NTT yang dibiayai, dan lebih banyak realisasi penyaluran di bulan-bulan ke depan dan selanjutnya,” tandasnya. (*)