Saat itu mereka memulainya dengan pelatihan dan langsung produksi, hasilnya lumayan bagus. IKM Hekang Dite adalah bukti suksesnya kolaaborasi cerdas tersebut. Bahkan dia sempat mengikuti Festival Desa Binaan Bank NTT. Para petani di Kajong sudah banyak dibantu oleh Bank NTT, melalui Kredit Mikro Merdeka, bahkan mereka menjadi nasabah aktif menabung. Bank NTT pun sudah meresmikan satu agen B’Ju Bisa disana. Kajong memiliki komoditi primadona yakni kacang kedelai, sehingga Bank NTT sudah memfasilitasi dengan offtaker. Bank NTT menaruh apresiasi yang tinggi atas pertumbuhan di Kajong, karena masyarakatnya cepat berkembang, lagipula percepatan literasi keuangan juga sangat bagus.

“Itu harapan kami, dan kami bersyukur bahwa romonya satu visi dengan kami, yakni konsep triple helix. Kita jalan saja dulu, kedepan kita berkembang lagi ke tetra helix dan selanjutnya. Di beberapa lokasi, seperti Narang juga sama. Nah basis ini yang kami pakai di Ruteng untuk pengembangan ekonomi mikro. Bank NTT tidak bisa berjalan sendiri. Kita bangun kerjasama dengan Paroki. Kita sadari bahwa kekuatan Paroki sangat siginifikan. Bahwa khotbah-khotbah kehidupan nyata melalui khotbah-khotbah karya,”pungkasnya.  (HUMAS BANK NTT)