Hanya Demosi, Ini 9 Alasan Richard Eliezer Tak Pecat dari Polri

Hasil sidang etik memutuskan Bharada Richard Eliezer diberikan sanksi berupa demosi selama satu tahun.

Bharada Richard Eliezer (Foto: Istimewa)

Jakarta, KN – Polri telah melaksanakan Sidang Etik terhadap Bharada Richard Eliezer, salah satu terpidana dalam pembunuhan Brigadir Josua.

Hasil sidang etik memutuskan Bharada Richard Eliezer diberikan sanksi berupa demosi selama satu tahun.

“Demosi di fungsi Yanma. Jadi dalam masa satu tahun yang bersangkutan ditempatkan di tamtama Yanma Polri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 22 Februari 2023.

Menurutnya, Bharada Richard Eliezer juga telah melanggar sederet pasal terkait etika di Polri. Karena itu, ia juga diharuskan meminta maaf secara tertulis.

Pasal yang dilanggar Bharada Richard Eliezer adalah Pasal 13 ayat 1 PP nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf o dan atau Pasal 6 ayat (2) huruf b dan atau Pasal 8 huruf b dan c dan atau Pasal 10 ayat 1 huruf f dan atau Pasal 10 ayat (1) huruf a angka 5 Perpol nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Berikut 9 pertimbangan yang membuat Bharada Richard Eliezer tidak dipecat dari satuan Polri:

BACA JUGA:  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Apresiasi Peran Herlina Pindy Tekan Angka Stunting di NTT

Satu, Bharada Richard Eliezer belum pernah dihukum melakukan pelanggaran etika ataupun disiplin.

Dua, Bharada Richard Eliezer mengakui kesalahan dan menyesali perbuatan.

Tiga, Bharada Richard Eliezer menjadi justice collaborator atau saksi yang bekerja sama, di mana saksi lainnya berusaha mengaburkan fakta dengan berbagai cara merusak menghilangkan barang bukti dan menggunakan kekuasaan.

Empat, Bharada Richard Eliezer bersikap sopan, sehingga sidang berjalan lancar dan terbuka.

Lima, Bharada Richard Eliezer masih berusia muda yakni 24 tahun, dan sudah menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Enam, Bharada Richard Eliezer meminta maaf kepada keluarga Brigadir Yosua atas perbuatannya yang terpaksa menembak. Keluarga Yosua pun sudah memberikan maaf.

Tujuh, semua perbuatan Bharada Richard Eliezer dalam keadaan terpaksa dan tidak berani menolak perintah atasan.

Delapan, jenjang kepangkatan Bharada Richard Eliezer dan Ferdy Sambo sangat jauh sehingga tidak bisa menolak perintah.

Sembilan, Bharada Richard Eliezer sudah memberi keterangan sejujurnya sehingga kasus itu dapat terungkap. (*/KN)