Kupang  

Izin Istri untuk Pergi Memancing, Pria di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa

Saksi Enor Batuk yang berada sekitar 50 meter dari tempat korban duduk, melihat korban dihempas gelombang tinggi hingga terjatuh ke laut.

Ilustrasi jenazah. (Foto: Pixabay)

Oelamasi, KN– Alfred Polin (37), warga RT 01 RW 01 Dusun I, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditemukan tak bernyawa. Diduga terjatuh dari tebing batu tempat korban duduk saat memancing ikan, Senin (21/02) malam.

Saksi Enor Batuk yang berada sekitar 50 meter dari tempat korban duduk, melihat korban dihempas gelombang tinggi hingga terjatuh ke laut.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto S.I.K., M.H membenarkan adanya kejadian ini sesuai dengan laporan Kapolsek Sulamu Ipda Deflorintus M.Wee, S.H.

“Ya, benar kejadiannya semalam sekitar jam 20.00 WITA, saat saksi melihat korban yang sedang memancing duduk di tebing batu dan dihempas gelombang hingga terjatuh ke laut,” terangnya.

Korban yang berprofesi sebagai petani ini, awalnya pukul 18.00 WITA meminta izin kepada istrinya untuk pergi memancing ikan di Lokasi Pantai Wisata Panfolok.

Dalam perjalanan ke lokasi mancing korban bertemu dengan saksi Enor Batuk dan korban mengajak saksi untuk memancing.

Ajakan korban ditolak saksi karena harus pulang ke rumah dulu setelah pulang dari sawah.

BACA JUGA:  Jeriko Pastikan Pemkot Kupang Beri Pelayanan Terbaik untuk Warga Lapas

Sekitar pukul 20.00 WITA saksi Enor Batuk mengikuti korban untuk mancing dan saat saksi memasang mata kail, saksi melihat kearah korban yang berada sekitar 50 meter darinya dan saat itu korban tiba – tiba terjatuh dari tebing tempat korban mancing kearah laut setelah dihempas gelombang.

Melihat kejadian tersebut saksi langsung berlari ke arah korban yang terjatuh ke laut, dan berupaya mencarinya namun korban tidak bisa ditemukan karena keadaan gelap dan air laut sementara dalam keadaan air pasang.

Saksi pun kembali ke kampung dan memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat setempat.

Atas laporan ini Kepala Desa dan warga mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pencarian hingga pagi hari dan pukul 05.30 WITA korban berhasil ditemukan saat air laut surut.

Keluarga korban pun menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan kematian korban.(*/KN)