Oelamasi, KN – Jumlah balita Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tinggi. Khusus di Kabupaten Kupang, jumlahnya mencapai 6.118 orang atau 19,88 persen.
Angka ini masih tinggi, sehingga pemerintah Kabupaten Kupang menempuh salah satu strategi yakni membentuk ‘Bapak Asuh’.
Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan, yang akan menjadi ‘Bapak Asuh’ para balita Stunting adalah unsur Forkopimda, dan perangkat daerah Kabupaten Kupang, baik Pemda maupun dari Kementerian Agama Kabupaten Kupang.
“Bapak asuh yang terdiri dari OPD harus memberikan pendampingan bagi balita stunting dengan baik,” kata Bupati Kupang dalam rapat bersama Forkompimda Kabupaten Kupang, pimpinan OPD dan perwakilan dari LSM Nutrition International, Jumat 10 Februari 2023.
Bupati juga mendorong agar ibu-ibu hamil harus didata dan diberikan perhatian serta pendampingan, biar janin dalam kandungan bisa tumbuh sehat dan tidak berkekurangan gizi.
“Di saat waktu senggang pimpinan OPD turunlah ke Kecamatan untuk kontrol anak-anak asuhnya. Bawah berkat lebih buat mereka berupa susu atau makanan sehat lainnya. Sebab akan dievaluasi nantinya, kira-kira penanganan balita stunting melalui pola bapa asuh bisa lebih baik atau kebalikan,” tegas Bupati Kupang.





Tinggalkan Balasan