Ruteng, KN – Misteri hilangnya delapan gardu atau trafo milik PLN Rayon Ruteng di gudang Wae Polo bulan November 2022 lalu mulai terkuak.
Pihak PLN sebelumnya mengaku bahwa gardu atau trafo itu hilang karena dicuri. Bahkan, mereka sudah membuat laporan di Polres Manggarai.
Laporan itu diduga hanya kamuflase semata, karena empat dari delapan gardu itu diduga dijual ke salah satu pengepul besi tua di Manggarai.
Husein, yang merupakan pengepul besi tua menerangkan, pada bulan November 2022 lalu, ia didatangi salah satu pria berinisial A, untuk menawarkan trafo bekas milik PLN.
Menurut Husein, pria berinisial A itu diduga kuat merupakan salah satu karyawan dari PLN Rayon Ruteng. Dia menawarkan emapt garud PLN dengan harga Rp20 juta.
“Tanggal 6 November 2022 sekitar pukul 08:00 Wita, A mendatangi tempat usaha saya untuk menawarkan 4 unit gardu trafo bekas,” ujar Husein, Rabu 25 Januari 2023.
Husein menjelaskan, A menawarkan 4 unit gardu milik PLN yang beratnya 800 kg itu dengan harga Rp20 juta rupiah.





Tinggalkan Balasan