Hukrim  

Kejati NTT Berhasil Selamatkan Uang dan Aset Negara Bernilai Puluhan Miliar Rupiah

Di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, dalam kurun waktu Januari-Juli 2022, Kejati NTT telah melakukan Pemulihan Kekayaan atau Keuangan Negara sebesar Rp81,9 Miliar.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT bersama para Asisten dan Kepala Seksi Penerangan Hukum Abdul Hakim memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis 22 Desember 2022. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan uang dan aset negara senilai puluhan miliar rupiah, sejak Januari sampai Desember 2022.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT mengatakan, Agus Lumban Gaol mengatakan di bidang pidana khusus, Kejaksaan Tinggi NTT melakukan penyelidikan terhadap 48 perkara, penyidikan 62 perkara, penuntutan 117 perkara, dan eksekusi 108 perkara.

“Uang Pengganti yang telah disetorkan ke Kas Negara sebanyak Rp5,6 Miliar dan berupa aset Tanah dan Bangunan senilai Rp7,4 Miliar,” ujar Agus Lumban Gaol dalam konferensi pers akhir tahun di ruang sasando, Kantor┬áKejati NTT, Kamis 22 Desember 2022.

Ia menjelaskan, selain itu Kejaksaan Tinggi NTT juga melakukan penyelamatan kerugian keuangan Negara pada tahap penyidikan senilai Rp7,4 Miliar.

Saat ini, kata Wakajati NTT, ada 4 perkara yang berstatus penyidikan yang sedang ditangani Kejati NTT. Pertama adalah Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengalihan Aset Pemerintah Kabupaten Kupang berupa Tanah kepada Pihak Lain yang tidak berhak.

Kedua, Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Bansos Sabu Raijua Tahun 2013-2015. Ketiga, Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Peningkatan Jalan Kapan-Nenas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT Tahun Anggaran 2020-2021.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Libatkan Paguyuban Kolaborasi untuk Tata Taman Kota

Keempat, Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemanfaatan Aset Pemerintah Provinsi NTT berupa tanah seluas 31.670 M2 oleh PT. Sarana Investama Manggabar yang terletak di Kelurahan Gorontalo Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT untuk Pembangunan Hotel dan Fasilitas pendukung lainnya.

“Terdapat 2 Perkara yang Penyidikannya telah selesai dan diserahkan ke Kejari yaitu Pekerjaan Pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Kawasan Perumahan dan Pemukiman (PSU-AK-JL-KK-1), dan Tindak Pidana Korupsi Pemerasan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terhadap Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTT,” tandasnya.

Sedangkan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, dalam kurun waktu Januari-Juli 2022, Kejati NTT telah melakukan Pemulihan Kekayaan atau Keuangan Negara sebesar Rp81,9 Miliar. Kemudian penyelematan Kekayaan atau Keuangan Negara sebesar Rp12,6.Miliar. (*)