Dia menjelaskan, setiap kali terjadi longsor atau kejadian apapun, selalu dilaporkan ke Pemerintah Desa setempat untuk disampaikan ke pihak PLTP Ulumbu.

“Tetapi mereka terkesan masa bodoh atau tidak ada tanggapan. Mereka kadang hanya datang untuk survei lokasi, namun tidak ada tindakan apapun,” terangnya.

Akibat longsor, kebun dan sejumlah tanaman milik warga berupa kopi, cengkeh, coklat dan fanili lenyap terbawa longsor.

Diketahui, Ulumbu merupakan wilayah pengeboran panas bumi pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sejak dulu terkenal di Pulau Flores.

Lokasinya terletak di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Disitu adalah salah satu sumber energi panas bumi yang telah dikelola PLN sebagai listrik terbarukan. (*)