Terkait fasilitas yang dimiliki untuk menunjang kinerja DLH, pihaknya mengaku jika sampai sekarang masih menggunakan fasilitas-fasilitas lama, namun semua itu bukan menjadi penghambat untuk bekerja.

“Fasilitas roda dua belum ada, roda tiga baru ini tahun tapi belum beroperasi, paling container satu, plus ambrolnya (baru mulai Operasi). Mungkin teman-teman liat semua alat-alat yang disini terbengkok semua tapi kami tidak terbawa dengan kondisi kendaraan itu, kami tetap semangat melayani,” tukasnya.

Kemudian lanjut Kanis, tidak ada tambahan personil seperti penempatan Tenaga Harian Lepas (THL)

“THL tidak ada tapi soal bagaimana kita mengatur. Yang pasti dengan jumlah SDM yang tidak bertambah kami masih bisa menghasilkan kinerja ini,” ujarnya.

Kanis pun berharap, jika mau clear tentang sampah, yang paling penting adalah kesadaran masyarakat bahwa melihat sampah itu adalah masalah bersama.

“Saya tidak setuju ketika ada orang yang berpikir, misalnya DLH ini hanya tukang memungut sampah, maksud saya masyarakat itu harus berubah sudah cara berpikir artinya berhenti sudah buang sampah di sembarangan tempat. Apalagi dengan pola-pola atau pakai jadwal yang sudah kami bangun itu sudah bangun sistem yang pas merujuk pada sampah yang baik,” tutupnya. (*)