“Jadi selain menjadi kebanggan NTT, kami juga ingin berkontribusi lebih, yaitu dengan menggandeng talenta-talenta muda, untuk menggali keunikan NTT untuk diangkat melalui desain di kaos,” kata Dian.
Memasuki usia kesepuluh tahun, Kios Kaos telah miliki dua gerai atau cabang di Kota Kupang, dan akan dikembangkan dua lagi, sehingga totalnya menjadi empat cabangi.
“Dua lagi gerai yang akan dibuka, satunya di Kota Kupang dan satu lagi di Seminyak, Bali,” jelasnya.
Kedepan, Kios Kaos ingin membuka lebih banyak lagi cabang, untuk menjawab permintaan pasar online yang kian meningkat dari hampir seluruh penjuru NTT.
“Seperti Sumba, Sabu, Rote, dan bahkan masyarakat NTT yang berada diluar. Mereka sangat rajin beli, karena ketika menggunakan baju Kios Kaos mereka rasa ada kedekatan dengan NTT,” ungkapnya.
Sementara Justy Aldrin, mengaku siap mendukung Kios Kaos Kupang, meski ia bukan orang NTT, tetapi merupakan bagian dari Indonesia Timur, dan semua karyanya sangat dusukai masyarakat NTT.
“Karena pengalaman saya, orang NTT itu sangat antusias mendukung dan mensuport saya. Itu yang menjadi latar belakang, kenapa saya mau menjadi bagian dari Kios Kaos Kupang, sekaligus mengangkat budaya NTT,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan