Daerah  

BPTD XIII NTT Kampanye Laju Max 30 Km/Jam Lewat PNKJ 2022 di Kota Kupang

Pekan Nasional Keselamatan Jalan ini digelar bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional tahun 2022 dengan tema "NTT Jaga Laju Max 30 Km/Jam".

Kepala BPTD NTT Tito Gesit Utiarto dan Kepala Seksi Transportasi Jalan BPTD Robert Tail memberikan keterangan Pers di puncak acara PNKJ 2022. (Foto: Istimewa)

Kupang, KN – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XIII Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2022 di Pantai LLBK Kota Kupang, Sabtu 17 September 2022.

Pekan Nasional Keselamatan Jalan ini digelar bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional tahun 2022 dengan tema “NTT Jaga Laju Max 30 Km/Jam”.

Kepala BPTD XIII Provinsi NTT Tito Gesit Utiarto mengatakan, kegiatan tersebut digelar oleh Dirjen Perhubungan Darat setiap tahun.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih memberikan pemahaman informasi secara luas dan sebanyak-banyaknya mengenai keselamatan transportasi dan keselamatan jalan,” kata Tito dalam sambutannya mengawali acara puncak PNKJ 2022.

Ia menjelaskan, acara PNKJ ini dilaksanakan dengan sasaran utama adalah kaum milenial yang berusia TK, SD, SMP dan kaum remaja.

“Diharapkan dengan disebarkannya informasi keselamatan transportasi darat, lebih memberikan pemahaman informasi bagaimana tertib berlalu lintas di jalan dan mencegah potensi terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Tito berharap, acara PNKJ tahun 2022 bisa memberikan informasi kepada masyarakat luas terutama di Kota Kupang, tentang keselamatan transportasi darat.

“Mudah-mudahan (informasi keselamatan berlalu lintas) ini selanjutnya menjadi budaya kita sehari-hari dalam berlalu lintas di jalan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka meminta masyarakat NTT untuk selalu menjaga laju kecepatan kendaraan maximal 30 km/jam.

Menurut Isyak Nuka, laju kendaraan 30 km/jam wajib diterapkan oleh semua pengendara saat melewati kawasan pendidikan.

“Makanya ada zebra cross dan Zona Selamat Sekolah. Kira-kira itulah maksudnya,” jelasnya.

Kadis Perhubungan Provinsi NTT menyatakan, PNKJ bertujuan untuk membangkitkan kesadaran atau memori masyarakat untuk selalu menjaga laju kendaraan.

BACA JUGA:  Resmi Diterima Jadi Mahasiswa Unkris, Susanti: Terima Kasih Rudy Kabunang

“Data mengatakan di tahun 2021, kecelakaan yang terjadi secara nasional 104 ribu kejadian. Khusus di NTT kurang lebih 1200 kejadian. Itu angka yang tinggi dan harus kita kurangi,” tegasnya.

“Itu terjadi pada masyarakat NTT yang usia produktif atau masih kuat untuk bekerja. Sayang kalau mereka harus mengalami kecelakaan bahkan bisa meninggal dunia. Itu tidak hanya merugikan sosial dan ekonomi kita, tapi juga merugikan bangsa kita,” sambungnya.

Isyak menyampaikan apresiasi kepada BPTD XIII Provinsi NTT, Jasa Raharja, Dirlantas Polda NTT, dan semua stakeholder termasuk Dinas Perhubungan NTT yang telah menggelar kegiatan tersebut.

“Ini top banget. Luar biasa. Momentumnya dapat. Saya mengimbau mari kita maknai acara malam hari ini. Setelah pulang dari sini, kita bawa suatu kesadaran untuk hidup berkendaraan lebih baik, aman, nyaman dan berkeselamatan,” tutup Isyak Nuka.

Kepala Seksi Transportasi Jalan BPTD XIII NTT Robert Tail mengatakan, untuk memeriahkan PNKJ, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh BPTD NTT.

“Kami laksanakan lomba ular tangga keselamatan di Yayasan Tunas Bangsa. Kedua, ada lagi lomba CAT ata kompetensi online tingkat SD, SMP dan SMA, dan lomba mural yang dilaksanakan pada puncak PKJN,” jelasnya.

Robert menambahkan, selain lomba-lomba di atas, ada juga kegiatan bagi-bagi helm saat puncak PKJN yang digelar di Pantai LLBK, Kota Kupang.

Untuk diketahui, puncak Pekan Nasional Keselamatan Jalan ini, diisi dengan Talk Show tentang keselamatan berlalu lintas yang dihadiri oleh Dirlantas Polda NTT, Kepala BPTD XIII Provinsi NTT, Kepala Jasa Raharja NTT, dan Dinas Perhubungan Provinsi NTT. (*)