Kasus Fee Proyek Rp50 Juta di Manggarai Seret Nama Istri Bupati Nabit

Kontraktor berinisial A menyebut nama istri Bupati Manggarai dalam kisruh kasus fee proyek di Manggarai.

Istri Bupati Manggarai Meldyanti Hagur Nabit. (Foto: net)

Ruteng, KN – Kasus dugaan suap melalui fee proyek sebesar Rp50 Juta di Kabupaten Manggarai, menyeret nama istri Bupati Bupati yaitu, Meldianty Hagur Nabit.

Kontraktor berinisial A ini menyebutkan, awalnya ia diminta menyerahkan puluhan juta uang untuk mendapatkan proyek APBD II di Kabupaten Manggarai.

Uang itu diserahkan melalui RS, salah satu tenaga kontrak pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai.

“Tenaga kontrak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai menghubungi saya untuk menyiapkan sejumlah uang dengan iming-iming akan mendapatkan proyek. Uang yang harus disiapkan sebesar 7% dari pagu anggaran,” ujar A kepada wartawan, Rabu 31 Agustus 2022.

A mengaku dihubungi oleh RS untuk menyerahkan uang sejumlah Rp50 Juta kepada istri pejabat nomor satu di Kabupaten Manggarai.

Karena tidak dapat proyek APBD, kontraktor A kemudian meminta RS untuk mengembalikan uang senilai Rp50 Juta tersebut.

Pada tanggal 13 Agustus 2022, kontraktor A mendapatkan transferan uang ke rekeningnya dari RS berjumlah Rp30 Juta dan Rp10 Juta sebanyak dua kali.

“Saya sempat disuruh THL itu bertemu dengan kontraktor berinisial WK dan TN, hanya saya bingung ketemu untuk apa terus dengan mereka. WK dan TN ini yang tukang bagi proyek di Manggarai ini pak,” katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku bahwa pada tahun 2021 lalu, dirinya mengerjakan proyek dan juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Sebelum mengerjakan proyek, ia diminta harus mengantar terlebih dahulu sejumlah uang, agar proyek tersebut bisa dikerjakannya.

Uang diduga sebagai fee diantar ke salah satu toko penerima hasil bumi. Uniknya, uang diantar menggunakan bahasa isyarat yang sudah disepakati bersama THL tersebut.

“Kalau sampai di toko tersebut, kita tinggal masuk dan sampaikan, saya antar Kemiri 50 kilogram, artinya saya mengantar dan sudah stor uang Rp50 Juta,” ujar A.

Sementara RS, THL Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai yang dikonfirmasi membantah tudingan kontraktor berinisial A tersebut.

“Tidak benar. Tidak benar permintaan uang kepada kontraktor,” kata RS.

BACA JUGA:  Terlibat Korupsi Proyek MBR, ASN di Kabupaten Kupang Ditahan Kejati NTT

Respons Bupati Manggarai

Menanggapi informasi fee proyek yang menyeret nama istrinya, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit meminta untuk menanyakan kasus tersebut kepada kontraktor.

“Tanya saja sama kontraktornya, kan tidak ada kaitannya dengan Bupati. Dari sisi saya, periksa dulu THLnya juga Kepala Dinasnya,” kata Bupati Nabit kepada awak media.

Ia juga menerangkan bahwa tidak ada bukti transfer uang ke rekening miliknya. “Memangnya ada nama saya? Tidak toh,” kata Bupati Nabit.

Ia mengimbau semua THL yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai agar bekerja sesuai tupoksinya. “Yang paling penting itu adalah kerja sesuai tupoksi

Sebagai warga negara yang baik Bupati Nabit mengaku bersedia diperiksa, jika persoalan dugaan suap fee proyek itu dibawa ke ranah hukum.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Manggarai (PUPR) melalui Kasubag Kepegawaian Andy Rendang menyampaikan bahwa Dinas PUPR telah membuat surat pemanggilan terhadap RS.

“Terkait berita yang beredar dan kebetulan Pak Kadis baru tahu kejadiannya. Tadi malam saya langsung ditelpon langsung oleh Kadis untuk membuat surat panggilan menghadap untuk klarifikasi. Kebetulan Kadis lagi di Kupang,” ucap Andy.

Disampaikan Andy, bahwa saat ini RS juga sedang berada di luar kota. “Kebetulan dia juga lagi ada di luar daerah, jadi kami sampaikan suratnya via WhastApp,” katanya.

Andy menjelaskan, RS bekerja di Dinas PUPR sejak tahun 2021 lalu, namun yang bersangkutan sering tidak masuk kantor.

“Dalam SK dia menjadi THL sejak bulan 11 tahun 2021 di bidang Jasa Konstruksi .
Kadang masuk, kadang tidak, sering absen apalagi namanya sering disebut juga pas apel,” tandasnya.

Istri Bupati Manggarai Meldyanti Hagur Nabit belum bisa memberikan keterangan. Awak media telah mendatangi kantor PKK untuk melakukan konfirmasi terkait keterlibatan dirinya dalam dugaan suap fee proyek itu.

Namun pegawai di kantor tersebut menyatakan bahwa Istri Bupati Manggarai Meldyanti Hagur Nabit sedang rapat. (*)