BKH Minta Polisi Bebaskan Aktivis yang Ditahan di Manggarai Barat

Tindakan represif dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Labuan Bajo kemudian mendapat tanggapan serius dari Anggota DPR RI Beny Kabur Harman.

Benny Kabur Harman (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Sejumlah aktivis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, ditangkap aparat Polres Mabar, menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan, karena kenaikan tarif masuk kawasan TNK.

Tindakan represif dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Labuan Bajo kemudian mendapat tanggapan serius dari Anggota DPR RI Beny Kabur Harman.

Melalui akun twitter, Beny Harman meminta APH untuk tidak bertindak represif dalam menghadapi masyarakat yang sedang melakukan aksi demonstrasi.

Karena, kata Beny Harman, masyarakat juga berhak mengemukakan pendapatnya di muka umum, yang di didasari dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Demonstrasi itu hak menyatakan pendapat yang dijamin UUD 1945 dan UU Negara,” tulis Beny Harman seperti dilansir KORANNTT.com dari laman twitternya, Selasa 2 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Jelang Pilkades Serentak 2021, PMKRI Ruteng Minta Panitia Kerja Profesional

Menurut Beny Harman, jika masyarakat Labuan Bajo melakukan demonstrasi meminta penjelasan atau menolak kenaikan tarif masuk TNK, maka jangan dihadapi dengan kekerasan.

“Mohon mereka yang ditahan, segera dibebaskan #RakyatMonitor#,” tulis Beny Kabur Harman.

Melalui akun twiter @BennyHatmanID, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga meminta Presiden RI, Joko Widodo segera memberikan penjelasan terbuka terkait kenaikan tarif di TNK.

“Pemerintah harus jelaskan terbuka kepada rakyat, apa dasar kenaikan tarif masuk TNK secara drastis, dibanding destinasi pariwisata yang masuk kategori new7Wonders,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat akan tetap menolak, meski Presiden Joko Widodo mendukung kenaikan tarif di TNK. (*)