Kupang, KN – World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, memanggil sebanyak 40 lulusan muda perguruan tinggi, untuk mengambil peran aktif sebagai peneliti, dalam upaya menjawab tangangan yang dihadapi masyarakat.
Tantangan yang dihadapi masyarakat NTT saat ini berupa tata kelola lahan, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, dan mitigasi dampak perubahan iklim pada petani kecil dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Melalui proyek Sustainble Landscapes for Climate Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives) di NTT, ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Inkubator Peneliti Muda Lanskap (IPML).
Kegiatan dirancang ICRAF untuk putra putri daerah yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.
Koordinator Proyek Land4Lives, Andre Ekadinata, mengatakan, kegiatan IPML merupakan program pelatihan dan penguatan kapasitas bagi mahasiswa lulusan perguruan tinggi periode 2018-2022.
Menurutnya, para mahasiswa yang dpanggil harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta motivasi tinggi untuk meningkatkan kapasitas diri.



Tinggalkan Balasan