Bisnis  

Bank NTT Konsisten Kawal Peningkatan Kapasitas Produk dan Pelaku UMKM

Berbagai kiat dan upaya terus dilakukan oleh bank kebanggaan masyarakat NTT itu, dalam rangka peningkatan kapasitas pelaku maupun produk UMKM.

Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho berbicara dalam Talkshow bertajuk ‘Strategi menggali potensi kekayaan intelektual di Provinsi NTT’ di Kantor Kanwil KemenkumHAM NTT Rabu 27 April 2022 petang (Foto: Istimewa)

Kupang, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) tetap konsisten dalam misi pemberdayaan pelaku dan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Berbagai kiat dan upaya terus dilakukan oleh bank kebanggaan masyarakat NTT itu, dalam rangka peningkatan kapasitas pelaku maupun produk UMKM.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, Bank NTT di bawah kepemimpinannya senantiasa melakukan intervensi jika kualitas produk UMKM di NTT mengalami penurunan.

Pendampingan terhadap pelaku UMKM merupakan salah satu kunci untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Jika standar produk UMKM menurun karena alat produksi, maka pihaknya akan memberikan bantuan dalam bentuk peningkatan alat produksi.

Namun jika kualitas produk menurun, maka Bank NTT bakal menyelenggarakan pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM.

“Hal ini kita lakukan untuk menjaga cita rasa dan kualitas produk UMKM agar tetap terjaga dan terkontrol,” kata Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho Rabu 27 April 2022 petang, dalam Talkshow bertajuk ‘Strategi menggali potensi kekayaan intelektual di Provinsi NTT’ di Kantor Kanwil KemenkumHAM NTT.

Talkshow ini menghadirkan Kakanwil KemenkumHAM NTT, Merciana Djone, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, serta Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu sebagai narasumber.

BACA JUGA:  Kapolres Lembata Hadiri Panen Perdana Jagung Program TJPS Pola Kemitraan Pemprov dan Bank NTT

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Bank NTT menyampaikan, pihaknya juga mendorong pelaku UMKM untuk menggunakan bahan packaging yang ramah lingkungan.

“Di Labuan Bajo untuk beberapa produk yang menggunakan bahan plastik, kita ganti dengan kertas,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.

Selain kertas, Bank NTT juga mendorong penggunaan Bambu sebagai bahan packaging untuk Kopi.

Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, penggunaan bahan packaging ramah lingkungan bakal menjadi souvenir yang menarik untuk dipajang di setiap Hotel dan Restoran.

Ia menjelaskan, dalam beberapa peraturan seperti Pergub, Permendagri, dan Kepres, pemerintah telah mewajibkan setiap warga negara untuk menggunakan produk lokal atau produk buatan UMKM.

“Namun seringkali, konsistensi terhadap berpikir cerdas, bertindak cerdas dan campaign cerdas tidak harmonis atau tidak sejalan. Komitmen itu menjadi tantangan kita,” tegas Dirut Alex.

Ia berharap ke depan, seluruh komponen di NTT bisa bersatu untuk berkolaborasi dengan cerdas, agar pemberian Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) memiliki manfaat bagi pelaku UMKM.

“Butuh energi dan kolaborasi super cerdas, agar HaKI yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi pelaku UMKM,” tandas Dirut Bank NTT. (*)