Penelitian dokumen penilaian hasil Ujian Nasional beberapa tahun lalu, ungkap Direktur Pusat Pastoral itu, menemukan tren nilai rata-rata yang terus menurut. Itu berarti mutu pendidikan katolik di wilayah Keuskupan Ruteng mengalami penurunan. Selain mutu, proses Sinode III waktu itu menemukan penghayatan nilai-nilai kekatolikan mengalami penurunan di sekolah-sekolah milik Gereja.

“Yang sederhana, dilihat ada atau tidaknya salib di sana. Dalam pelajaran agama, menggunakan Kitab Suci atau tidak. Apakah ada misa sekolah, rekoleksi, dan ret-ret,” jelas Romo Chen.

Sekolah-sekolah katolik ke depannya, lanjut Romo Chen, mesti menghasilkan generasi muda yang berani melawan arus gaya hidup dunia dewasa ini dan berani tampil beda dengan mena mpilkan karakter yang khas.

“Katolik itu harus menjadi komunitas alternatif, bukan ikut arus. dengan berakar pada nilai-nilai injili,” tegas Romo Chen.

Anggota Komisi X DPR RI Dr Andreas Hugo Pareira dalam presentasinya menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah pada tingkat nasional terhadap penyelenggaraan pendidikan. Ia menyosialisasikan kebijakan terkait perekrutan tenaga profesional, termasuk guru, dengan formasi P3K.