Selain menyebabkan antrian, sebagian calon penumpang juga tidak menggunakan masker. Hal ini berpotensi menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Apalagi Covid-19 di Kota Kupang sedang naik. Antrian ini berpotensi menyebabkan munculnya klaster baru,” tegas Petrus.

Hingga berita ini diturunkan, pimpinan PELNI Kupang belum berhasil dikonfirmasi. (*)