Daerah  

Leo Lelo Siap Tantang Viktor Laiskodat di Pilgub 2024

Ketua DPD bersama pengurus DPP dan DPD Partai Demokrat NTT menyampaikan keterangan Pers saat Rapat Konsolidasi di Grand Mutiara Kupang, Sabtu 5 Februari 2022 (Foto: Eman Krova)

Kupang, KN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Leonardus Lelo, nyatakan sikap untuk maju sebagai calon Gubernur NTT pada tahun 2024 mendatang.

Demikian disampaikan Leonardus Lelo kepada wartawan, usai Konsolidasi Kader Partai Demokrat NTT di Grand Mutiara Kupang, Sabtu 5 Februari 2022.

Menurutnya, Partai Demokrat sebenarnya lebih mementingkan kader partai untuk maju bertarung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maupun Pemilihan Legislatif (Pileg).

“Kami sebenarnya lebih pentingkan kader partai. Tetapi jika saya dipercayakan, maka saya siap maju sebagai calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Loo Lelo.

Selain itu, kata Leo, Partai Demokrat NTT tengah merapatkan barisan, dan tetap solid untuk mengembalikan kejayaan partai, untuk memenangkan semua kader yang maju, termasuk Agus Harimuti Yudhoyono, yang dipastikan maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia.

“Saya minta para ketua DPC dan kader partai untuk solid bekerja demi memenangkan Pilpres, Pilkada dan Pileg. Karena kita pastikan AHY maju sebagai calon Presiden RI tahun 2024,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kemajemukan di tubuh partai harus dijadikan sebagai kekuatan besar, untuk mempersatukan seluruh kader, demi Partai Demokrat yang semakin kuat dan terdepan di NTT.

“Karena didalam visi dan misi, saya ingin membawa Partai Demokrat menjadi partai yang kuat dan terdepan di NTT,” tegas Leo Lelo

Terselenggaranya kegiatan konsolidasi kader Partai Demokrat, diharapkan mampu membangun kekuatan baru, menuju pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang.

BACA JUGA:  Terduga Pelaku Pemerkosaan Bocah Enam Tahun di Manggarai Ditahan

“Karena kita mau buktikan bahwa Partai Demokrat mampu bersaing dan melahirkan pemimpin hebat yang siap mengabdi dan memimpin negeri ini,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum DPP Demokrat, Beni Kabur Harman, menjelaskan, konsolidasi yang dilaksanakan, untuk meneguhkan dan menggabungkan kembali anggota yang tercerai berai, pasca Musda Demokrat Januari lalu.

“Konsolidasi ini adalah untuk menyatukan kembali seluruh kader partai yang tercera berai, karena sebuah peristiwa setelah Musda Partai Demokrat,” ujar Beni Harman.

Menurut BKH, peristiwa itu merupakan dinamika yang sering terjadi dalam partai politik. Namun ia menyayangkan sikap Simpatisan Jeriko yang salah menggunakan panggung untuk menghina partai dan AHY.

“Demo itu saya sangat dukung. Tetapi saya sayangkan para simpatisan yang justru salah gunanakan panggung untuk hina partai dan Ketum AHY,” terang BKH.

Ia menambahkan, akan tiba saatnya, orang yang dihina di NTT akan menjadi pemimpin di negeri ini. Dan peristiwa itu merupakan jalan Tuhan untuk memuluskan langkah AHY menuju Presiden RI.

“Akan tiba saatnya AHY akan memimpin kita semua di negeri ini. Karena Demokrat sudah terbukti memimpin selama 10 tahun, dan mmebawa kesejahteraan bagi rakyat indonesia, khususnya NTT,” pungkas BKH. (*)