“Di tengah keterbatasan ini masih ada sekolah-sekolah yang memprakarsai inovasi digital. Mengaplikasikan pembelajaran dalam bentuk Zoom Meeting, Edmodo, dan lain sebagainya. Ini sesuatu yang luar biasa, sehingga sepatutnya pemerintah memberikan apresiasi atas kinerja yang baik ini,” paparnya.

Dirinya berharap diberikannya piagam penghargaan ini menjadi daya pacu bagi kedua sekolah tersebut agar kemampuan berinovasi ini terus ditingkatkan. Selain itu kedua sekolah ini bisa menjadi model bagi sekolah-sekolah lainnya.

Sementara itu saat diwawancarai, Kepala Sekolah SMPN 4 Langke Rembong Wens Resman menjelaskan bahwa dengan diterimanya penghargaan ini dirinya dipacu untuk terus mengembangkan berbagai aplikasi dalam proses pembelajaran. Aplikasi-aplikasi ini tidak hanya diberlakukan dalam masa pandemi, tetapi selanjutnya akan menjadi program tetap. Dimana setiap rumpun mata pelajaran harus bisa menciptakan aplikasinya sendiri dalam pembelajaran.

“Untuk para peserta didik, sekolah punya program bagaimana mereka semua dilatih untuk membuat video pembelajaran sehingga menjadi bekal bagi mereka untuk masa depan. Selain itu, mereka diajar untuk mengedit video, dan kemudian mengupload ke Youtube. Sebentar lagi aplikasi informasi manajemen terpadu dan berkelanjutan di-launching pada awal Desember nanti. Kami juga akan membuat perlombaan berbasis digital,” ujar Wens Resman. (PKP Manggarai)