Bisnis  

Bank NTT Adalah Bank Primadona Milik Masyarakat NTT

Waket DPRD NTT Inche Sayuna (Baju Biru) saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Di tengah berbagai isu miring yang menerpa, Wakil Ketua (Waket) DPRD NTT Inche Sayuna meminta masyarakat NTT untuk tetap menaruh kepercayaan kepada Bank NTT.

Menurut politisi Partai Golkar ini, Bank NTT telah menjadi primadona masyarakat, dan saat ini dalam kondisi yang sangat sehat menurut penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Masyarakat harus tetap tenang. Tetap percaya bahwa kita punya bank ini menjadi bank primadona dan masih sangat sehat, karena OJK sudah menyampaikan bahwa bantalan modalnya masih sangat sehat,” kata Waket DPRD NTT Inche Sayuna, usai RDP bersama Direksi Bank NTT, Senin 15 November 2021.

Selain sehat, Inche Sayuna mengatakan, menurut penilaian OJK, tren Bank NTT saat ini sangat positif, dan punya kemampuan untuk menghadapi resiko ke depan.

“Saya kira itu yang penting. Soal tata kelola dan pembenahan secara internal sedang dikerjakan oleh Bank NTT. Begitupun uang-uang yang beredar (kredit macet, red) sedang diselesaikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Digitalisasi Bank NTT Sangat Membantu Perekonomian Masyarakat Malaka

Ia menambahkan, Bank NTT membutuhkan kepercayaan dari masyarakat NTT. Sehingga sudah seharusnya masyarakat NTT memberikan kepercayaan yang penuh kepada Bank NTT.

“Kita harus memberikan kepercayaan kepada mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, poin-poin yang dibahas bersama DPRD NTT dalam RDP adalah berkaitan dengan penurunan NPL (Non Performing Loan), kredit PT Budi Mas Pundinusa, dan investasi MTN (Medium Term Notes).

Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, dalam RDP tersebut, pihaknya telah menjelaskan dan memberikan klarifikasi secara tuntas kepada anggota DPRD, terkait isu-isu yang berkembang saat ini terutama tentang Bank NTT.

“Masalah PT Budi Mas itu sudah dijelaskan, dan sudah ditangani. Saat ini sedang diupayakan untuk dituntaskan,” tandas Alex Riwu Kaho kepada wartawan, di Kantor DPRD NTT. (*)