Bandung Utama Group Ruteng Tetap Eksis di Tengah Pandemi, Ternyata Ini Resepnya

  • Bagikan
CEO Bandung Utama Group bersama karyawan / Foto: Yhono Hande

Ruteng, KN – Pandemi Covid-19 telah merubah sebagai besar pola hidup manusia. Begitu juga dalam bidang ekonomi dan bisnis.

Banyak perusahan harus tutup, bahkan merumahkan karyawannya karena dampak pandemi Covid-19. Hal ini dialami hampir semua perusahan di dunia, terkecuali Bandung Utama Group Ruteng.

Swalayan yang terletak di Kota Ruteng ini tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, tidak ada karyawan yang diberhentikan atau dirumahkan sejak awal pandemi hingga sekarang.

Felix Musa Ahas selaku CEO Bandung Utama Group Ruteng mengatakan, sebetulnya kunci utamanya adalah sebelum dan sudah memulai usaha itu ada 3 saja. Semua berpatok pada tiga hal yaitu selalu membaca pada situasi, kondisi dan keadaan.

Situasi dan kondisi serta keadaan itulah yang menuntutnya untuk menyesuaikan diri di setiap situasi. Setelah melihat situasi, kondisi, dan keadaan, langkah selanjutnya harus memakai pola lihat, dengar, dan lakukan.

“Ketika kita sudah melihat apa yang terjadi sesudah itu kita mendengar kira-kira solusi apa terhadap persoalan yang paling genting saat itu. Setelah itu pasti akan berhasil kita atasi,” kata Felix kepada Koranntt.com, Selasa 19 Oktober 2021 di kediamannya.

Menurut Felix Pandemi Covid-19 tidak harus menghancurkan semua sektor kehidupan, termasuk pekerjaan manusia. Tetapi pandemi mengajarkan manusia untuk harus menjalani semua hal bersama-sama, baik susah maupun senang.

“Kita harus mau bersahabat dengan situasi ini. Bersahabat dengan Covid-19, bersahabat dengan krisis keuangan, bersahabat dengan krisis kepercayaan, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Lalu bagaimana Felix dan karyawan Bandung Utama Group Ruteng tetap survive di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada tingkat kunjungan konsumen?

BACA JUGA:  Bupati Manggarai Terbitkan Instruksi, Batasi Aktivitas Masyarakat

Sambil meneguk secangkir Kopi, Felix menyampaikan, pihaknya menerapkan strategi jemput bola. Meskipun konsumen takut keluar rumah, namun Bandung Utama Group Ruteng menyiapkan penawaran secara online, dan barang-barangnya pun langsung diantar ke rumah dengan sistem Cash On Delivery (COD).

“Biarkan kami antar barangnya, pelanggan tunggu di tempat. Itu salah satu hal yang kami lakukan untuk mencegah penularan Covid-19 baik untuk penjual maupun pembeli,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya memanfaatkan Handphone untuk mempromosikan dan menawarkan produk kepada konsumen. Pihanya juga menyakan langsung kepada konsumen apa yang dibutuhkan, sehingga langsung bisa dilayani oleh Bandung Utama Group.

“Covid-19 ini meningkatkan derajat kita. Kenapa saya bilang begitu? Karena indah pada waktunya, dan konsep Bandung Utama Group seperti itu ke depannya. Nanti pada suatu saat kita hanya tidur saja di rumah. Dari rumah kita bekerja melalui konsep online,” pinta Felix.

Ia menambagkan  pandemi membuat manusia semakin manja. Karena tidak lagi keluar rumah untuk pergi belanja karena ada yang hantar. Pandemi ini juga membuat manusia memiliki banyak waktu baik untuk keluarga maupun untuk orang lain.

“Karena kita bekerja melalui aplikasi di Hp kita masing-masing. Sebetulnya ada di situ saja. Jadi kita berpegang pada tiga poin yaitu situasi, kondisi, dan keadaan, lalu lihat dengar dengan lakukan. Hanya itu soal berubah atau tidaknya tergantung ketika perusahaan kita dalam membaca peluang di balik 6 poin tadi,” tandasnya. (*)

  • Bagikan
error: Content is protected !!