Bupati Heri Bungkam Soal Pengangkatan Honorer, Demokrat: Harusnya Terbuka ke Publik

Ketua DPC Demokrat Manggarai, David Suda/ Foto: Yhono Hande

Ruteng, KN – DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai menyoroti aksi bungkam Bupati Heri Nabit, saat dikonfirmasi awak media terkait pengangkatan 59 tenaga honorer di lingkup Pemkab Manggarai.

Pengangkatan tenaga honorer itu dinilai menyalahi regulasi, karena tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan sebagai panduan dalam proses refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Dalam pemandangan umum fraksi Partai Demokrat yang dibacakan pada Kamis 30 September 2021, mereka menilai Bupati Manggarai Heri Nabit seharusnya tidak merekrut tenaga honorer, dan anggaran hasil refocusing pada APBD Perubahan tahun 2021 itu sebaiknya digunakan untuk penanganan Covid-19.

Terkait hal itu, Bupati Manggarai Heri Nabit yang dikonfirmasi awak media pasca sidang Paripurna enggan memberikan keterangan. Politisi PDIP itu terlihat berjalan dengan cepat menuju mobil dinasnya, sambil mendelegasikan tugas penyampaikan keterangan Pers kepada Sekda Manggarai.

Meski telah mendapat delegasi, Sekda Manggarai, Jahang Fansi Aldus pun terkesan menghindar dari awak media.

“Nanti baru saya jelaskan yah,” kata Sekda Fansi sambil berjalan menuju mobil dinasnya.

BACA JUGA:  Ketua FKI NTT Minta Marko Pertahankan Prestasi

Menanggapi aksi bungkam Bupati dan Sekda Kabupaten Manggarai, Ketua DPC  Partai Demokrat, David Suda menyampaikan, kedua pejabat itu harusnya lebih terbuka dan merespon apa yang ditanyakan oleh awak media.

“Jawaban atas pertanyaan itu kan mesti tidak masalah, atau juru bicaranya belum siap,” ungkap David Suda kepada Koranntt.com, Jumat 1 Oktober 2021.

Ia mengatakan bahwa, sebagai pemimpin Bupati dan Sekda Kabupaten Manggarai seharusnya terbuka atau transparan kepada siapapun, apalagi terhadap awak media yang seharusnya menjadi sahabat.

“Menurut saya siapkan tim yang baik, juga pemimpin itu dengan siapa saja, serasa sahabat termasuk media, karena media ini juga membangun daerah dan negara ini dengan cara kita masing-masing, jadi media juga ada di dalam situ,” tegasnya.

“Sehingga menurut saya, Pak Bupati ya jangan sering-seringlah untuk menghindari wartawan,” tandanya. (*)