Daerah  

Komisi II DPRD Dukung Penuh Program Cerdas Dekranasda NTT

Kunjungan Ketua bersama anggota Komisi II DPRD NTT ke Dekranasda NTT, dan diterima langsung oleh Julie Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT / Foto: Eman Krova

Kupang, KN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dukungan penuh, dan mengapresiasi terobosan cerdas dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasmirus Kolo, saat berkunjung ke Kantor Dekranasda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 18 Agustus 2021 siang.

Menurutnya, sebagai pelaku UMKM di berbagai bidang, masyarakat justru mengalami ketidakpastian, karena tidak memiliki market atau pasar sebagai tempat untuk menitip dan menjual hasil karya mereka.

“Dikhwatirkan pasarnya tidak ada. Tetapi sekarang Dekranasda NTT telah menjadi salah satu jaminan dari produk mereka. Sehingga produk yang dihasilkan akan diambil oleh Dekranasda untuk dijual di sini,” ujar Kasmirus Kolo kepada wartawan.

Dia menjelaskan, terobosan cerdas yang dilakukan Ketua Dekranasda NTT, Julia Laiskodat merupakan sebuah jaminan serta memberikan garansi kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar terus berkarya dan berusaha menghasilkan berbagai kerajinan produk lokal untuk dipasarkan.

“Karena Dekranasda NTT mampu memberikan jaminan bahwa, produk unggulan itu bisa dibeli, sehingga para pelaku ada kepastian pasar, dan terus memproduksi karya-karya mereka. Kehadiran Dekranasda NTT adalah untuk membantu dan mensuport mereka dalam marketing atau pasar. Ini sangat luar biasa,” jelasnya.

Kehadiran Komisi II DPRD NTT di Dekranasda NTT adalah untuk melihat dan membuktikan sendiri, bahwa ada terobosan dan inovasi cerdas, serta sepak terjang yang luar biasa, demi memberdayakan pelaku UMKM di Provinsi NTT.

“Sehingga kami Komisi II DPRD NTT akan memberikan dukungan secara politik kepada Dekranasda NTT, karena kami telah melihat hasilnya. Hari ini kami sudah keliling dari lantai satu hingga lantai dua, dan kami melihatnya sangat spektakuler,” terang Kasmirus Kolo.

Ia menuturkan, Dekranasda NTT juga menjadi salah satu objek yang mampu menambah sebuah cerita baru tentang Nusa Tenggara Timur, sehingga para wisatawan yang hendak ke NTT, wajib hukumnya untuk berkunjung ke Kantor Dekranasda NTT.

“Kita harap, tamu dari luar NTT harus datang ke Dekranasda NTT, karena Kantor Dekranasda merupakan sebuah pusat informasi untuk seluruh NTT. Ditambah jaringan luas Ibu Julie Laiskodat akan memberikan warna tersendiri bagi Dekranasda NTT,” ungkap Kasmirus Kolo.

Jika dilihat dari produk-produk yang ada, Dekranasda NTT telah membuktikan diri, dengan menghadirkan hampir semua jenis produk dari pelaku UMKM yang ada di 22 Kabupaten/Kota se-NTT.

BACA JUGA:  Keterangan Saksi di Persidangan Perkara RSIA Dedari Kupang Menguntungkan Terdakwa

“Sebagai bukti, di lantai dua itu ada stand-stand dari masing-masing Kabupaten/Kota yang sudah didesain sedemikian rupa oleh Dekranasda NTT, dan itu sangat luar biasa,” ucapnya.

Dia mengaku, selama ini pihaknya di Komisi II abai terhadap Dekranasda NTT, sebelum mengetahui sepak terjangnya, yang dipresentasikan oleh Julie Laiskodat di Komisi II DPRD NTT beberapa waktu lalu.

“Ini adalah terobosan luar biasa dari Dekranasda NTT yang patut diapresiasi kinerjanya. Karena hari ini kita Komisi II menyaksikan sendiri, bahwa di Dekranasda ini ada sesuatu yang sangat luar biasa,” tandasnya.

Sementara Ketua Dekranasda NTT, Julie Laiskodat menyampaikan, dirinya sangat berharap dan memiliki tekad besar untuk mengumpulkan semua jenis karya dari pelaku UMKM yang ada di Provinsi NTT.

Menurutnya, keinginannya itu bukan semata untuk mengejar profit. Tetapi hanya ingin membantu dan memberdayakan semua pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur, untuk terus berkarya dan mengembangkan semua potensi, khususnya kain tenun.

“Sehingga saya lebih pilih membangun hubungan baik dengan DPRD, karena mereka memiliki Dapil. Sehingga mereka bisa membantu saya dalam memantau semua potensi kain tenun di Dapil mereka masing-masing, untuk diberitahukan kepada saya,” jelasnya.

Dia menegaskan, penenun di NTT harus memiliki mental enterpreneur yang mampu menjadi contoh untuk Dekranasda lain yang ada di Indonesia, dan Dekranasda NTT juga harus menjadi panutan.

“Sekarang Komisi II DPRD NTT telah mendukung penuh Dekranasda, sebagai perpanjangan tangan untuk memantau semua potensi kain tenun yang ada di Dapil mereka. Sehingga Dekranasda NTT ini menjadi sebuah wadah untuk menampung semua hasil karya tenun masyarakat NTT,” jelasnya.

Tujuan utama dari Dekranasda NTT adalah untuk memberdayakan semua pelaku UMKM di NTT. Sehingga bagi masyarakat yang hendak menawarkan produknya, pintu Dekranasda selalu terbuka untuk menerima mereka.

“Karena Dekranasda sebagai jaminan untuk pelaku UMKM, sehinga tdak ada ketakutan dari masyarakat akan ketersediaan pasar atau market untuk menjual hasil karya mereka,” pungkasnya. (*)