Ruteng, KN – Sebanyak 62 mahasiswa perguruan tinggi asal Universitas Santu Paulus Ruteng (Unika) yang hendak mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Masyarakat telah dinyatakan positif COVID-19.
Ketua Panitia Pelaksanaan KKN Rm. Bonefasius Rampung menyampaikan, 62 mahasiswa diketahui terpapar COVID-19 setelah pihaknya melaksanakan rapid test, terhadap 417 orang mahasiswa.
“Panitia merekomendasikan semua yang akan turun (KKN,red) wajib (dites,red), maka hasilnya langsung kita tahu. Kampus tidak tahu ini klaster dari mana, yang jelas, bukan dari kampus karena sudah dua tahun kita belajar daring,” ungkap Rm. Bone kepada Koranntt.com. pada Rabu, 21 Juli 2021 sore.
Pasca mendapatkan hasil rapid test, pihak kampus juga telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19, untuk mengamankan 62 orang mahasiswa tersebut.
Sejauh ini 62 mahasiswa tersebut sudah dijemput dari asrama kampus, kos, dan rumah keluarga, untuk melakukan karantina terpusat di Stadion Golo Dukal Manggarai.
Terkait lanjutan kegiatan KKN, Rm. Bone menjelaskan untuk sementara ditunda, sambil menunggu perkembangan selanjutnya ke depan.
“Kami sudah mengikuti sidang senat bahwa pertama tunda ini kegiatan (KKN,red) pada bulan Agustus, namun kita tidak bisa meramalkan kondisi penyebarannya. Oleh karena itu, Agustus bukan satu-satunya jadwal KKN. Kemudian yang kedua direncanakan bulan Desember, sambil kita ikuti perkembanganya dengan model daring dan tetap turun lapangan,” terangnnya.
Ia menambahkan, jumlah mahasiswa yang positif COVID-19 bisa saja bertambah, pasalnya mahasiswa dari 1 Kecamatan belum menjalani rapid test.
“Bagi mereka yang belum, tetap besok untuk dilakukan rapid test, maka angka 62 tadi belum juga final atau sementara,” tandas Rm. Bone.
Sementara Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (SATGAS) COVID-19 Kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa mengatakan bahwa, pihaknya sudah borkordinasi dengan pihak kampus untuk melakukan rapid test tahap kedua terhadap mahasiswa calon peserta KKN.
“Rencananya rapid test tahap II akan dilakukan besok, Kamis 22 Juli 2021 terhadap 200 Mahasisa/i Unika St. Paulus, calon peserta KKN,” ungkap Lody seperti dikutip dari siaran Pers yang diterima media ini.







Tinggalkan Balasan