Dinas PUPR Manggarai Laksanakan Tes Tertulis Bagi Peserta yang Ikut TFL

Ujian Tertulis Perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan / Yhono Hande

Ruteng, KN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Ujian Tertulis Perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), bertempat di Kampus (UNIKA) Universitas Katolik Indonesia, Jumat 26 Maret 2021.

Kanisius Teobal Deki, selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel) independen kepada awak media mengatakan, Tim Pansel Independen tersebut dibentuk oleh Dinas PUPR Manggarai, setelah sebelumnya ada sejumlah problem.

Kanisius mengatakan, soal adanya problema tersebut, Dinas PUPR Manggarai akhirnya membentuk tim yang terdiri dari berbagai unsur atau elemen.

“Tim Independen dapat Surat Keputusan (SK) dari Kepala Dinas (Kadis) PUPR Manggarai,” katanya.

Menurutnya, tim bekerja secara profesional dan objektif, dengan langkah-langkah pertama yakni Rapat Pembentukan Tim.

Pihaknya juga mengadakan Rapat Strategi Kerja, di mana di dalamnya ada kriteria-kriteria setiap tahapan mulai dari Verifikasi Data Administrasi, Test Tertulis, sampai di Test Wawancara.

BACA JUGA:  Divonis Satu Tahun Penjara, Pengacara: Laurensius Sogen Tak Terima Aliran Uang Korupsi

Tak hanya itu, Kanisius mengungkapkan, sebanyak 488 orang melamar pada Program Sanimas, yang terdiri dari TFL Pemberdayaan 421 orang, dan TFL Teknik 67 orang. Sementara yang dibutuhkan masing-masing 10 orang TFL Pemberdayaan dan TFL Teknik.

“Peserta yang lolos seleksi administrasi sebanyak 57 orang TFL Sanitasi Pemberdayaan, 20 orang TFL Sanitasi Teknik, 8 orang TFL Pamsimas Pemberdayaan dan 6 orang TFL Pamsimas Teknik,” bebernya.

Dia berharap kepada semua instansi, agar dalam setiap proses perekrutan atau seleksi ke depan harus dilakukan secara transparansi.

Karena kesempatan kerja menjadi hak semua orang untuk berkompetisi mencapai hasil yang maksimal, dan ruang ini harus dibuka seluas-luasnya oleh pihak mana saja.

“Harus juga sepengetahuan publik, sehingga semua orang memiliki hak yang sama, kesempatan yang sama untuk terlibat dalam tes, supaya yang lulus itu bisa bekerja maksimal untuk daerah,” harapnya.*