Sikka  

Curi Kotak Amal, Seorang Pria di Maumere Berhasil Diamankan Polisi

Konferensi pers penangkapan pencuri Kotak Amal / Wiliam Toka

Sikka, KN – Seorang pria berinisial YID diamankan aparat Kepolisian Polres Sikka karena diduga mencuri Kotak Amal di Rumah Makan Suroboyo yang terletak di Jl. Gaja Mada, RT/RW 003/006, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, NTT.

Pelaku melakukan pencurian dengan cara masuk ke dalam rumah korban pada Minggu 28 Februari 2021, melalui fentilasi, dan mengambil kotak amal yang diletakan di atas meja kasir.

Kapolres Sikka, AKBP Wahyu Agha Ari Septyan, S.S.Ik mengatakan, kejadian pencurian kotak amal ini, kemudian dilaporkan ke Polisi dengan nomor Laporan: LP/46/III/2021/NTT/Res Sikka, tentang tindak pidana pencurian.

Menanggapi laporan korban, Kamis 4 Maret 2021 sekira pukul 18:00 wita, Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Wahyu Agha Ari Septian S, S.I.K dan Kanit Buser Aiptu I. Rudi Hartono bersama anggota Kepolisan lainnya berhasil mengamankan pelaku dengan identitas YID alias Ipong.

“Pelaku ditangkap di Baokrenget, Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) yang dicuri pelaku,” ujar Kapolres Sikka, AKBP Wahyu Agha Ari Septyan, S.S.Ik kepada wartawan belum lama ini.

BACA JUGA:  Dipolisikan Pemkab Sikka, Eman Manda: Saya Siap Dipenjara Jika Terbukti Salah

Setelah dilakukan interogasi oleh polisi, pelaku kemudian mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan tindak pidana pencurian.

“Polisi berhasil amankan barang bukti berupa uang Rp. 1.513.000 yang berhasil dicuri, satu unit sepeda motor Jupiter Z1 warna hitam yang digunakan pelaku saat mencuri, serta baju dan celana yang digunakan pelaku,” ujar Kapolres Sikka.

Selain itu, sesuai Laporan Polisi dengan Nomor: LP/11/1/NTT/Res Sikka tertanggal 7 Januari 2021, pelaku diketahui telah melakukan pencurian di wilayah lain berupa cincin, emas, dan kalung emas, di Jl. Kolombeke, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

“Namun barang bukti berupa anting dan cincin sudah dijual ke tukang emas di pasar tingkat dengan harga Rp250.000. Sementara kalung emas sudah dibuang pelaku karena mengira kalung tersebut imitasi atau palsu,” jelas dia.

Berdasarkan peristiwa tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 363 Ayat 1 Ke-3 dan Ke-5 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.*