“Kalau kita berkaca dari instruksi tersebut, semestinya ada solusi lain yang bisa dipakai oleh pemerintah. Pelantikan bisa dilakukan secara virtual, sehingga tidak menciptakan kerumunan,” kata pria yang akrab disapa Erikson Rame.

Ia berharap kedepan, Pemkab Ende harus menaati peraturan yang telah dibuat sehingga hal tersebut menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

“Jangan sampai Pemda melanggar peraturan yang dibuat sendiri,” tandas Erikson Rame.

Sementara Bupati Ende Jafar Ahmad yang dikonfirmasi media ini membantah menciptakan kerumunan, saat pelantikan pejabat lingkup Pemkab Ende.

“Teman-teman wartawan lihat di belakang ada tempat yang kosong. Lalu pejabat yang dilantik tersebut duduk saling menjaga jarak,” ungkap Jafar Ahmad.

“Kami tidak melakukan pelantikan secara virtual, karena kami ingin pesan moral pelantikan tersampaikan kepada para pegawai yang hari ini dilantik,” tandasnya. (TR/AB/KN)